Pembuatan Film Porno Reviewed by Gambir Serawak on 13.24 Rating: 2

Pembuatan Film Porno

Pembuatan Film Porno - Industri Pembuatan film panas identik dengan kenikmatan pembuatan maupun menontonnya. Banyak yang menganggap  akan nikmatnya para pemain-pemainnya.Tapi sesungguhnya di balik gemerlap dan 'panasnya' pembuatan video porno, ada derita seks dan kesehatan yang dialami pemainnya.

http://www.sexuil.com/2014/03/licengsui.html

Pembuatan Film Porno




"Miris kita melihat bagaimana sang bintang baik pria maupun wanita harus melakukan adegan seksual yang dipaksa. Bahkan dengan acungan pistol yang menggentarkan. Pria harus dipaksa alat kelaminnya 'berdiri' dengan cara disuntik dan wanita harus mengulang adegan penetrasi dan oral sex dengan menahan sakit," kata Psikolog Seksual Zoya Amirin yang pernah melihat proses pembuatan video porno di Los Angeles

Pembuatan Film Porno

Anda penggemar film porno? atau biasa disebut dengan istilah keren blue film? Kalau anda penggemar adegan-adegan panas dalam film porno, maka sangat cocok untuk mengetahui informasi yang ada dihalaman ini. Artikel  kali ini akan membuka fakta-fakta dibalik pembuatan film porno. Mulai dari perilaku artis sampai dampak yang dialami para aktris bintang porno. Oke mari kita simak

10 Fakta Unik Dibalik Industri Film Porno

1. Artis porno 95% berbohong kalo mereka bilang menikmati pembuatan film bokep yg mereka perankan. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari pemeran pria tp dalam proses pembuatan film porno bisa berlangsung 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting utk 3 s/d 4 scene berbeda.

2. Setiap scene nya bisa berlangsung berjam-jam tergantung dari apa aktornya bisa ”tampil” sesuai dengan harapan sang sutradara atau apa si artis yg harus istirahat dulu karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti adegan anal sex yg seringkali harus dihentikan karena ada yg seharusnya gak boleh tampil

3. Saat menunggu scene berikutnya biasanya artis porno menghabiskan waktu di restroom utk minum minuman keras atau pake narkoba biar bisa ngurangin rasa malu dan sakit dalam adegan berikutnya. Untuk diketahui di industri film porno test yg wajib dilakukan utk tiap aktor & artis adalah test HIV (sebulan sekali) sedangkan test drugs tdk ada.

4. Situasi saat shooting film porno sangat menyiksa baik secara fisik maupun mental khususnya utk artis wanita karena 12 – 18 orang berdiri dibalik layar mulai dari sutradara & asistennya, fans berat yg dapet hadiah nonton langsung sampai tukang lampu dan fotografer yg punya hak utk mem “freeze” adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yg terbaik.

5 Artis porno adalah pembohong profesional karena kalau mereka menceritakan kenyataan sebenarnya maka hancurlah fantasi yg ada di tiap kepala ngeres para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir “indah” mereka. Dan disinilah ironisnya karena udah terbiasa bohong para artis film bokep biasanya malah punya kemampuan akting yg lebih baik dari kebanyakan bintang hollywood.

6. Sepanjang tahun 2012 17 bintang film porno meninggal karena HIV

7. 66% bintang bokep menderita herpes dan sekitar 12-28% menderita penyakit menular seksual lainnya.

8. Sejak tahun 1990 sudah ada 26 bintang porno mati bunuh diri.

9. Sejak tahun 1990 ada 45 bintang porno meninggal akibat overdosis narkoba

10. Lebih dari 90 orang bintang porno positif HIV, 25 org masih bertahan hidup.




Diakui atau tidak, industri fim porno memang sebuah indutri yang sangat menguntungkan diluar negeri sana, tapi tahukah Anda kisah tragis atau memilukan para artis porno yang melakoni film-film tersebut?? Nah berikut ini pengakuan Mantan Artis Film Porno terkenal - Shelley Lubben

Jeritan dan Tangisan seorang mantan pemain film Porno..
Aku Butuh Uang.. Aku Tidak Butuh Alat Kelaminmu
Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata i want You. Itu kesan yang terlihat di setiap sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Inilah kisah dan pengakuan Shelley Lubben tentang masa buruk dan seluk beluk industri maksiat itu. Tulisan ini diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. Terutama para aktivis yang menutup mata terhadap dampak industri pornografi.

Percayalah, Aku tahu

Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan Aku sama sekali tidak menginginkannya.

Ya Benar tidak ada diantara kami gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi.

Iya memang benar kami punya pilihan.

Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.

Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol.

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami.

Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami.

Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang pornografi pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan.

Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki biasa, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian.

Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan.

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam.

Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.

Semua Tipuan

Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.





Aksi di ranjang (Foto: Google)  
SEORANG porn star, Marie Silva pernah berkata jika hubungan seks yang memuaskan, bukan seperti yang terlihat di mata banyak orang saat menyaksikan dirinya berperan hardcore di film porno yang dibintangi.

“Semua adegan yang saya lakukan hanya untuk mencari uang,” ungkapnya.

Menurut porn star legendaris itu, hubungan seks yang memuaskan harus memiliki keterikatan emosional. Artinya, adegan-adegan yang dimainkan dalam film porno yang sering menjadi acuan kaum adam, sebenarnya hanyalah adegan tipuan saja. Dilansir dari Cosmopolitan, berikut fakta mengenai peristiwa di balik pembuatan film porno.

Di film porno setiap pemain mudah orgasme

Sebagai seseorang yang memerankan karakter, baik pria maupun wanita dituntut untuk selalu terlihat “bernafsu” saat bercinta. Mereka harus berperan secara profesional tanpa mengenal waktu dan tempat, entah itu di kamar, dapur, kamar mandi, pantai, mereka harus dapat terlihat “terangsang” di setiap waktu. Kenyataannya, manusia hidup tidak untuk berhubungan seksual saja. Ibaratnya di kehidupan nyata yang terlihat dalam film porno, hubungan seksual yang dilakukan seperti manusia yang tidak akan bisa hidup tanpa makan dan minum dan horny diibaratkan sebagai rasa laparnya. Dalam kehidupan nyata, manusia cenderung menolak untuk makan jika perut tidak lapar dan manusia tentu tidak selalu merasa lapar di setiap detik, bukan?

Di film porno setiap pria mudah ereksi

Ini merupakan salah satu kebohongan terbesar yang Anda saksikan di film porno. Anda pecinta film yang bernilai seni tinggi ini, pasti sering melihat pemeran lelaki hanya dengan sekali kedipan mata, Mr P sang aktor langsung dapat berdiri tegak. Kenyataannya, ereksi penuh pada pria tidak semudah membalikkan telapak tangan, lho. Dari beberapa survei yang pernah dilakukan oleh perusahaan alat kontrasepsi Durex menjelaskan bahwa kebanyakan pria baru akan mencapai ereksi penuh setelah mendapat sentuhan sensual dari pasangannya. Tak dipungkiri, beberapa pria ada yang mampu mengalami full erection dengan instan. Namun tak semua pria bisa begini, terlebih jika pria tersebut sudah menginjak usia di atas 40 tahun.

Mr P raksasa

Anda kaum adam, ingat! Darah yang mengalir di tubuh Anda adalah turunan Asia. Sementara para aktor yang membintangi film porno adalah orang Eropa dan Amerika. Secara genetik, tentu berbeda. Pasalnya, rata-rata orang Asia memang mempunyai fisik tidak sebesar mereka yang merupakan turunan dari ras Kaukasia. Makanya orang Asia cenderung bertubuh lebih pendek daripada orang Eropa atau Amerika. Begitu pun dengan ukuran Mr P. Jika Anda adalah pria yang tetap tidak ingin terlihat kalah sensual dengan seorang porn star, mungkin Anda dapat membandingkan ukuran Mr P yang dimiliki dengan ukuran Mr P dari seorang porn star asal Jepang. Bagaimana? Terkesan adil kan?

Hardcore atau hypersexuality

Jika Anda sebagai penikmat film porno mudah “terangsang” karena melihat adegan-adegan yang cenderung hardcore dari para pemain karena aksinya yang hypersexuality, sekali lagi Anda sudah tertipu oleh skenario film. Di beberapa aksinya, porn star akan berperan menjadi seseorang yang tiba-tiba saja dapat bertindak seperti vampire penghisap darah. Seperti seorang aktor yang lahap menstimulasi klitoris pasangannya atau seperti burung pelatuk yang sedang kelaparan. Kenyataannya, seperti yang diungkap oleh Marie Silva sebagai seorang porn star, saat memerankan adegan, mereka belum tentu menikmati aksi seks tersebut. Alih-alih kembali pada alasan profesionalitas pekerjaan, itulah yang harus mereka lakukan. Pada kehidupan seks yang sebenarnya, para bintang film tersebut jauh lebih menikmati seks yang gentle dan penuh sensualitas.


Kebanyakan Bintang Porno Tak Pakai Kondom

Seorang bintang porno pernah berkata, bahwa porno adalah semua hal yang berkaitan dengan asap dan cermin.

Sama seperti Hollywood, industri film dewasa di San Fernando Valley, merupakan suatu bisnis yang menggambarkan apa yang menjadi impian orang Amerika. Di mana ini merupakan media penyampaian fantasi mereka yang digambarkan dalam bentuk sinematik.
Dan, yang perlu Anda ketahui, bahwa tidak semua yang Anda lihat dalam film dewasa sebagaimana tampaknya. Jika ingin tahu hal yang sebenarnya terjadi di balik layar pada saat syuting blue film, berikut jawabannya yang diulas The Frisky:

Memakai kondom? Kebanyakan tidak!
Dari semua perusahaan produksi video seks dewasa di San Fernando Valley, hanya satu rumah produksi yang memberikan persyaratan pada para pemain film porno menggunakan kondom saat berdegan seks. Yaitu, Wicked Pictures.
Sisanya, mereka mempertimbangkan untuk menggunakan kondom sebagai pilihan terakhir. Pasalnya, ada beberapa pemain yang bersikeras bahwa pemakaian kondom akan membuat performa mereka kurang di banding rekan-rekannya yang tidak menggunakan kondom.
Secara umum, penonton blue film di rumah tidak ingin melihat kondom dalam film porno mereka. Sebab secara teoritis itu membunuh fantasi. Jadi, apakah mereka melakukan safe sex? Tentu saja tidak!

Seks terlihat mudah, benarkah?
Mitos yang mengungkapkan karier di bidang pornoaksi adalah semua hal yang menyenangkan sepanjang waktu, ternyata tidak benar adanya.
Dalam arti tertentu, mungkin terdapat orang yang berpikiran seperti itu. Namun, apakah melakukan hubungan seks sepanjang hidup Anda terdengar mudah?
Menghabiskan satu jam pada seperangkat porno, maka Anda akan melihat betapa sulitnya melakukan hardcore. Pria dan wanita yang beraksi bugil di bawah lampu memang terlihat memiliki tubuh sempurna. Namun, setelah syuting dimulai, mereka dituntut untuk meliukkan diri dalam posisi hampir mustahil. Sambil memastikan semua kamera mendapatkan sudut terbaik.
Saat berakting
Dirk Diggler dan Amber Waves memiliki hubungan yang nyata dalam “Boogie Nights”, tapi banyak bintang porno yang Anda lihat berpasangan di film telah bertemu sekira satu jam sebelum syuting dimulai.
Dalam beberapa kasus, satu atau keduanya telah menikah dengan orang lain. Dalam kasus lain, mereka menikah satu sama lain, tetapi mereka pura-pura bukan sepasang suami istri. Karena mereka dituntut untuk berperan sebagai seorang pengantar pizza dan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di rumah.
Jika Anda berpikir mereka terlihat menikmati setiap adegan seks, Anda wajib berpikir ulang. Apakah mudah berhubungan seks dengan seseorang yang tidak disukai? Bahkan tidak ada rasa cinta sekalipun?

Industri film porno tidak lebih dari seks palsu dan tipuan kamera. Artikel ini hanya sekilas membahas tentang pembuatan film porno yang ternyata tipu-tipu saja. Percayalah.!!